#Membuat & Mempublish Workflow
- Console → Workflows → Workflow baru. Isi nama,
trigger key(huruf kecil, angka,-,_; unik per environment), dan prioritas. - Tambahkan step di editor, atur isi pesan, dan lihat preview live memakai sample payload.
- Simpan draft berulang kali dengan aman; draft tidak mempengaruhi trafik.
- Publish membuat versi baru yang tidak bisa diubah dan mengaktifkan workflow. Publish ditolak dengan daftar masalah bila ada step yang tidak valid.
| Status | Perilaku |
|---|---|
DRAFT | Belum bisa dipicu API (422 workflow_inactive) |
ACTIVE | Menerima trigger. Bisa dinonaktifkan/diaktifkan dari daftar workflow. |
ARCHIVED | Disembunyikan; tidak bisa dipicu |
- Versioning: eksekusi memakai versi yang berlaku saat event diterima. Mengedit & publish ulang tidak mengubah eksekusi yang sedang berjalan (mis. masih menunggu delay).
- Prioritas HIGH atau tanda Kritis (mis. OTP) memakai antrean prioritas.
- Batas: maksimal 20 step per workflow.
Aturan validasi saat publish: minimal satu step CHANNEL; step FILTER tidak boleh terakhir; DELAY 1 detik sampai 30 hari; email wajib punya subject; sintaks template harus valid; fallback harus menunjuk step channel lain.